Taukah kamu bagaimana cara orang sukses !?!
Rumus ini di berikan oleh Guru agama saya waktu masih MTs, dn alhamdulillah rumus ini akan memberikan dampak positif bagi yang serius menggunakan Rumus ini.
Berikut rumusnya:
(D.U.I.T )
-Do'a
orang yang mau menjadi sukses terutama harus berdo'a kepada Allah swt. mantapkan shalat, puasa, zakat, hubungan antara hamba dan Tuhannya, antara sesama manusia dan hubungan dengan alam sekitar.
-Usaha
jika hanya berdo'a dan tanpa usaha, kita tidak akan sukse. karna (“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11.)
- Istiqamah (terus menerus)
jika hanya berdo'a dan usaha tanpa istiqamah/dilakukan tdak secara terus menerus, maka akan sia2 juga, karna, Istiqomah merupakan sikap jati diri yang teguh dan tidak luntur oleh apa jua pengaruh dan cabaran. Sikap ini membolehkan seseorang itu terus berusaha untuk mencapai matlamat daripada usaha dan pengorbanannya. Akhirnya sikap inilah yang menjadi faktor utama kejayaan.
Dengan kata lain istiqomah menjadi faktor pencapaian matlamat dalam apa jua bidang sama ada bidang agama, siasah, ekonomi, pendidikan, penyelidikan, perusahaan dan perniagaan. Peribahasa melayu ada menyebutkan, “berpantang maut sebelum ajal.”
Kejayaan melaksanakan tuntutan iman dan matlamat amal Soleh dapat dicanai dengan sikap istiqomah seperti yang dinyatakan di dalam Al-Quran.
-Tawakkal
langkah terakhir, kita harus berserah diri kepada Allah swt. bahwa seluruh nikmat yang kita terima semata-mata dari Allah swt. dengan beristiqamah, kita akan menjadi orang yang sukses dan tetap beriman kepada Allah swt. Menurut Ibnu Qoyyim: “Tawakal merupakan amalan dan ubudiyah (baca; penghambaan) hati dengan menyandarkan segala sesuatu hanya kepada Allah, tsiqah terhadap-Nya, berlindung hanya kepada-Nya dan ridha atas sesuatu yang menimpa dirinya, berdasarkan keyakinan bahwa Allah akan memberikannya segala ‘kecukupan’ bagi dirinya…, dengan tetap melaksanakan ‘sebab-sebab’ serta usaha keras untuk dapat memperolehnya.” (Al-Jauzi/ Arruh fi Kalam ala Arwahil Amwat wal Ahya’ bidalail minal Kitab was Sunnah, 1975 : 254)
Terima kasih Banyak atas perhatiannya, mudah-mudahan sangat bermanfa'at bagi kita
Wassalamu'alaikum wr. wb.
by Andi Muhammad Faizal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar